Cerita tentang Mass Transport yang tidak Manusiawi
Wednesday, April 15th, 2009Saya termasuk salah satu penggemar transportasi publik, baik itu bus ataupun kereta. Saya akan lebih senang bepergian dengan naik bis atau kereta dari pada menggunakan kendaraan pribadi (motor maksudnya, kalo mobil belum punya). Ada suasana yang khas yang bisa kita temui di dalam kendaraan umum: keriuhan, keberagaman dan interaksi sosial dengan masyarakat luas tentunya.
Sayangnya di negara kita ini transportasi massalnya masih sangat meprihatinkan. Armada yang sudah tidak layak pakai, fasilitas yang tidak ramah penumpang, dan jalur yang terbatas merupakan kelemahan yang utama pada transportasi massal kita. Selain itu perilaku awak angkutan yang ugal-ugalan menambah nilai minus transportasi massal kita.
Tengok saja kondisi bus kota di Jakarta, sangat tidak nyaman untuk penumpang: kursi fiber yang super sempit dan polusi udara berat yang dihasilkannya. Saya seringkali kasihan dengan salah satu kawan saya yang kebetulan mempunya tinggi badan di atas rata-rata. Naik bis kota adalah suatu siksaan baginya, duduk tentunya tidak memungkinkan baginya karena sempitnya deretan antar kursi, dan kalaupun berdiri maka dia harus membungkukkan badannya sepanjang perjalanan. Ngetem terlalu lama, ulah sopir yang ugal-ugalan dan asap tebal yang dihasilkan menjadi ‘nilai tambah’ nya.
Bagaimana dengan kondisi kereta api kita? Setali tiga uang, kondisinya sangat memprihatinkan. Sekali-kali cobalah untuk naik kereta ekonomi pada hari sibuk (pada akhir pekan atau libur panjang untuk kereta jarak jauh). Anda akan menemui keadaan yang sangat miris: penumpang berdesak-desakan hingga ke batas antar gerbong, bahkan toiletnya yang bau itupun akan dipenuhi penumpang. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya penjual yang mondar-mandir di dalam kereta. Layaknya pasar berjalan, sangat crowded dan segala jenis barang bisa anda temui di dalam kereta. Belum lagi banyaknya pengamen, pengemis dan para penyedia jasa lainnya. Jangan kaget kalau ada yang menawari jasa pijat di atas kereta, atau jika anda melihat orang menemprotkan pengharum di depan kita dan meminta imbalan.