Panggilan Dari Gunung

Kembali kulakukan ritual pagi hari ini. Seperti biasa, begitu sampai di kantor, segera saja ku keluar, ke balkon lantai V gedung tempatku kerja. Jika cuaca di ufuk selatan cerah, terpampanglah dua raksasa nun jauh di ujung cakrawala. Raksasa-raksasa yang selalu melambaikan tangannya, memanggilku tuk naik keatas punggungnya.

Entah kenapa, Gunung-gunung raksasa itu selalu memanggilku. Dua gunung yang masing-masing memiliki dua kepala. Yang satu dengan dua kepala yang tidak simetris dan yang satunya dengan bentuk dua kepalanya yang hampir simetris.

Ketika aku membuka tirai jendela ruang kerjaku, dua gunung itulah yang pertama menyapa. “Hai, apa kabar, kapan main ke sini lagi?”, begitulah kira-kira sapaan mereka. Ketika aku melewati jalan tol Ulujami-Pondok Aren, dua sosok itu kembali melambaikan tangannya selayaknya anak-anak kecil di pedesaaan yang dengan riangnya melambaikan tangan saat melihat mobil melintas di depan mereka.

Lain lagi jika aku melintasi fly over Senen atau fly over Casablanca di atas Jalan Sudirman. Kali ini hanya raksasa yang besar aja yang terlihat. Bak seorang ibu yang menyambut anaknya yang telah lama tidak pulang, sang raksasa itu membuka tangannya lebar-lebar. “Mari kesini nak!”, katanya.

Tags:

One Response to “Panggilan Dari Gunung”

  1. Anton Says:

    Lebay pak dosko

    Buruan nikah lah

    berenti ngroko…….

Leave a Reply