Archive for April, 2008

Kena Tilang? Ikut sidang aja!

Monday, April 21st, 2008

Mungkin sebagian besar dari kita lebih memilih untuk menyuap polisi saat ditilang daripada mengikuti sidang di pengadilan. Alasannya bermacam-macam: lebih murah katanya, ga perlu buang-buang waktu pergi ke pengadilan, ga mau ribet mengikuti proses peradilan, dan lain sebagainya….

Ternyata mengikuti sidang pelanggaran lalu-lintas tak seribet, tak selama dan tak semahal yang kita bayangkan. Pengalaman yang saya alami pada bulan Januari lalu mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi kita tuk tidak menyogok polosi lagi saat ditilang.

Waktu itu saya kena tilang di daerah Terminal Kampung Melayu karena ga punya SIM (ceritanya ada di posting terdahulu). Saya memilih untuk ditilang saja, alasan terkuatnya karena saya pingin mencoba mengikuti proses persidangan pelanggaran lalu-lintas. alhasil saya ditilang dan harus mengikuti persidangan dua minggu kemudian di Pengadilan Negeri jakarta Timur, di daerah pulomas.

Setelah selesai mengikuti proses sidang, bayangan saya selama ini mengenai sidang sebagian besar tidak terbukti. Proses sidang tidak memakan waktu terlalu lama. Dari saat kita memasukkan surat tilang hingga kita selesai keluar ruang sidang cuma butuh waktu tak lebih dari satu setengah jam. Prosesnya gampang dan dendanya sudah jelas.

Berikut ini kronologis sidang yang saya ikuti beberapa waktu lalu:

18-01-08, Hari Jumat
09.30
Meluncur ke Pulomas, pengadilan Negeri Jakarta timur
Jarak 100 meter dari kantor pengadilan udah banyak calo yang menawarkan jasanya.
Nyampe di kantor pengadilan negeri langsung parkir, Busyet banyak banget yg ngantri. Ada kali 100 orang. Di tempat parkir, di depan loket pendaftaran, di sekitar ruang sidang, banyak banget calo berkeliaran, abaikan saja.

Langsung saja saya masukin surat tilang saya ke loket untuk pendaftaran sidang, letaknya di ada di sebelah kanan dari saat kita masuk komplek gedung.
Setelah beberapa lama (kira-kira 20 menit) nama saya dan nomor kendaraan saya dipanggil menuju loket untuk mengambil surat tilang dengan menunjukkan KTP. Selanjutnya, saya disuruh menunggu di depan ruang sidang untuk menunggu panggilan sidang. Ternyata pelaksanaan sidang bisa diwakilkan. Artinya tak harus orang yang kena tilang yang datang ke pengadilan. Hanya saja orang yang mewakili harus hafal nomor kendaraan yang ditilang, juga harus membawa identitas oang yang ditilang (yg tercantum di surat tilang).

Di depan ruang sidang tampak beberapa orang sedang mencari informasi ke PKD (petugas keamanan dalam). Si PKD menawarkan beberapa alternatif, ikut sidang ato ambil STNK lewat pintu belakang dengan membayar markup kira-kira 10.000 dari denda normal.

Setelah menunggu kira-kira 10 menit akhirnya nama saya dipanggil. Seperti halnya orang-orang sebelum saya, begitu dipanggil saya langsung masuk ke ruang sidang. Di dalam ruangan dah menunggu beberapa orang yang siap menyidang kita, hakimnya seorang perempuan. Berderet-deret, satu persatu para “terdakwa’ menghadap sang Hakim. Tiba giliran saya sampai di depan Bu Hakim. Bu Hakim bertanya: “Ga’ punya SIM ya?” saya langsung menjawab: “Ya” sambil menangguk. Bu Hakim langsung menjawab: “Empat puluh satu ribu, bayar di sebelah!”. Setelah membayar denda saya mengambil barang bukti -STNK motor dan saya keluar ruang sidang, proses sidang dah selesai.
Gampang kan.

Jam 11.00 saya dah sampai kantor lagi.

Jogging Rawamangun-Bintaro

Wednesday, April 16th, 2008

Yoi, badan pegel2, kaki kram, punggung sakit….
MANTABBBB lah pokoknya

Sabtu pagi kemaren 12 April, saya melakukan hal yang sejak lama pingin saya lakukan.
Bangun pagi-pagi, mandi dan sholat subuh. Berbekal satu botol air minum 600ml dan satu set pakaian ganti, dengan tas ransel di punggung saya mulai mengayunkan kaki meninggalkan indekost di Rawamangun menuju Bintaro.
Pukul setengah enam tepatnya saya start. Melewati by pass A. Yani, kemudian berbelok ke kanan melewati Stasiun Jati Negara, jam 06.00 saya tiba di Terminal Kampung Melayu. Melewati jembatan sungai Ciliwung yg sedang banjir. Mampir bentar beli handuk kecil/sapu tangan bwat nyeka keringat, Rp. 5000.

Lalu lintas sudah mulai ramai, saya berlari melawan arus kendaraan yg melaju kencang di kawasan Casablanka.
Bosen melintasi jalan raya, saya berbelok ke kiri memasuki area pemakaman Karet, mencoba mencari jalan tembus ke kuningan - HR Rasuna Said. Sempat nyasar dan harus tanya penduduk akhirnya jam 06.30 saya sampai di Kuningan. Menyusuri jalur busway (sesekali berpindah kesisi jalur yg lain saat Bus Transjak melintas) saya tiba di Warung Buncit pukul 07.00 di depan Universitas Az Zahra.

Sempat terpikir tuk mampir ke rumah si Poki (Fadillah), rekan STAPALA juga. Pinginnya sih cari sarapan gratis. Tapi hujan mulai turun, rencana mampir ke rumah Poki batal. Nekat berhujan ria, belok kanan melewati jalan Mampang prapatan IX ato XI -saya lupa, mampir di warteg beli pisang ambon. Ini terinspirasi saat menonton pertandingan tennis lapangan beberapa tahun yg lalu. Di tengah-tengah pertandingan, saat istirahat si atlet melahap pisang. Konon katanya pisang mengandung banyak karbohidrat, sumber energi instant, lebih mudah diubah menjadi energi dari pada protein ato lemak.

Menembus Kawasan Kemang, akhirnya sampai di kawasan Prapanca. Istirahat sebentar, beli nasi soto. Dah lama saya pingin makan soto di warung ini. Jalur ini memang merupakan jalur wajib saya jika berkendara motor dari Bintaro ke Rawamangun. Jalannya teduh oleh pepohonan dan taman bunga di pinggir jalan. Sepuluh menit kemudian melanjutkan perjalanan. Perut kekenyangan, agak berat lari, akibatnya jadi keseringan jalan
Pukul 08.00 sampai di Pondok Indah Mall. Banyakan jalannya dari pada larinya. Mampir beli singkong keju. Makan sambil lari. Kekenyangan, 2 potong singkong keju saya kasih ke pemulung. Tuh pemulung melongo aja meskipun akhirnya singkongnya diterima.

Pukul 09.00 sampai di Bintaro Plaza. Dari Pondok Indah ke sini harusnya cukup ditempuh dalam waktu 30 menit. Merogoh kantong celana, ternyata ada uang 1.500. Dari pada capek jalan, mending naik angkot aja.
Pukul 09.15 Sampai di Bintaro sektor 5, Kampus STAN, posko Stapala.
Malamnya tanding futsal ma anak-anak Mapala Budiluhur dan UIN, tapee deh! Manstafs sekali.

INDIKATOR:
sepanjang jalan tidak full lari
berhenti beli soto
Naik angkot dari Bintaro Plaza - Kampus
target waktu jam delapan sampai di Bintaro tak tercapai

MISSION FAILED!!!!!!!!!!